Tidak terasa hari ini umur ku sudah 22 tahun….
Rasanya semua berlalu begitu cepat seperti mimpi. Baru pada peralihan umur ke 22 tahun ini aku benar-benar dapat menyadari pikiranku dan kelakuanku.
Tahun ini aku banyak melakukan introspeksi dan belajar. Banyak pertempuran yang terjadi di dalam pikiranku. Aku coba merangkum apa yang telah aku dapat selama satu tahun ini.
Aku telah belajar untuk melepaskan ‘batu berharga’ yang aku cengkram dengan kuat sehingga mencegahku untuk terbang. Ternyata, tidak selamanya melepaskan apa yang penting bagi kita itu buruk, karena dengan melepaskan hal itu, aku dapat mengepakkan sayap dan terbang dengan kekuatanku sendiri. Tetapi yang pasti, melepaskan sesuatu yang berharga itu sangat tidak mengenakkan.
Ternyata selama ini dirikulah yang egois. Aku selalu menuntut orang untuk bertindak seperti apa yang aku mau. Aku telah banyak berprasangka terhadap orang lain dan menduga-duga, yang pada akhirnya aku tahu bahwa apa yang aku lakukan itu salah.
Ternyata selama ini aku terlalu banyak mengeluh terhadap keadaan di sekitarku. Aku tidak sadar bahwa masih banyak orang dengan keadaan yang lebih buruk.
Aku telah belajar bahwa aku bisa melakukan apapun yang aku mau asalkan aku benar-benar berusaha untuk melakukannya.
Aku telah belajar bahwa aku tidak dapat menilai mayoritas dari suatu minoritas. Kita tidak dapat mengatakan bahwa sesuatu itu buruk hanya karena terdapat bagian kecil yang buruk.
Aku telah belajar bahwa tindakan yang aku lakukan jauh lebih penting dari kata-kata yang keluar dari mulutku.
Ternyata selama ini musuh yang aku hadapi bukanlah orang lain atau keadaan disekitarku, melainkan diriku sendiri. Aku membiarkan pikiranku berkelana tanpa ada tali yang mengatur arah tujuannya. Sekarang aku tahu dengan mengontrol apa yang aku pikirkan, aku dapat lebih memahami dan menerima apa yang ada disekitarku.
Ternyata selama ini sifatku masih seperti anak-anak. Pria berumur 21 tahun dengan pikiran seorang anak kecil. Kalau mengingat apa yang aku lakukan setahun lalu, wajar orang lain kesal dengan sifatku.
Ternyata selama ini aku terlalu banyak hidup di masa lalu. Aku harus mulai untuk hidup di masa kini dan mempersiapkan diriku untuk dapat hidup di masa depan.
Terakhir, aku ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada orang yang paling berperan dalam hidupku 1 tahun ini. Orang yang selalu aku buat kesal oleh sikap dan sifatku. Orang yang selalu membimbing dan menasihati diriku. Orang yang telah membuka mataku atas keadaan disekitarku. Orang yang aku kagumi dan juga panutanku.
Thanks to you my brother.
…
As my soul heals the shame
I will grow through this pain
Lord I’m doing all I can
To be a better man
Robbie Williams – Better Man
祝我生日快乐。
Wishing me a 22nd birthday
Regards,
Dhananjaya
Recent Comments