Untuk apa kita hidup? Untuk apa kita harus lahir bila pada akhirnya kita harus meninggal? Untuk apa kita harus bersusah-susah sekolah, bekerja mencari uang bila pada akhirnya tidak akan ada yang kita bawa?
Pertanyaan ini pasti pernah ditanyakan anda semua.
Ada sebuah cerita yang menarik yang saya dapatkan dari internet:
Along time ago, there was an Emperor who told his horseman that if he could ride on his horse and cover as much land area as he likes, then the Emperor would give him the area of land he has covered.Sure enough, the horseman quickly jumped onto his horse and rode as fast as possible to cover as much land area as he could. He kept on riding and riding, whipping the horse to go as fast as possible.
When he was hungry or tired, he did not stop because he wanted to cover as much area as possible.Came to a point when he had covered a substantial area and he was exhausted and was dying. Then he asked himself, “Why did I push myself so hard to cover so much land area? Now I am dying and I only need a very small area to bury myself.”The above story is similar with the journey of our Life. We push very hard everyday to make more money, to gain power and recognition. We neglect our health , time with our family and to appreciate the surrounding beauty and the hobbies we love..One day when we look back, we will realize that we don’t really need that much, but then we cannot turn back time for what we have missed.
Life is not about making money, acquiring power or recognition .Life is definitely not about work!Work is only necessary to keep us living so as to enjoy the beauty and pleasures of life.Life is a balance of Work , Family and Personal time.You have to decide how you want to balance your Life.Define your priorities, realize what you are able to compromise but always let some of your decisions be based on your instincts.Happiness is the meaning and the purpose of Life, the whole aim of human existence.
Ya semua orang di dunia pasti ingin bahagia.
Tetapi terkadang kita lupa apa yang namanya bahagia. Kita bekerja keras demi pekerjaan, tidak sempat meluangkan waktu untuk keluarga, teman, atau untuk sekedar melakukan hobi kita. Dalam hidup, bukanlah tujuan akhirnya yang penting, melainkan proses dalam mencapai tujuan tersebut.
Jadi, apa tujuan hidup anda ? Kalau saya sih, ingin sukses dan dapat berguna bagi orang lain.
Regards,
Dhananjaya
saya mahu quote kata-kata anda:
“Jadi, apa tujuan hidup anda ? Kalau saya sih, ingin sukses dan dapat berguna bagi orang lain.”
memang bagus tujuan hidup anda, tapi adakah ia bagus untuk diri anda? Jika betul anda mahu menjadi berguna kepada orang lain, tak semestinya orang lain akan berbuat baik kepada anda. Contohnya anda mahu membantu seorang miskin dan mahu bersedekah, tapi kemudian si miskin yang tamak itu mengugut anda dengan pisau. Adakah ini adil untuk anda yang baik hati ini?
Anda juga kata mahu sukses, tapi adakah anda yakin anda akan berjaya dengan cemerlang walaupun setelah berusaha dengan bersungguh-sungguh? Contohnya anda exam, anda belajar siang malam selama 3 bulan suntuk, tapi akhirnya pada hari peperiksaan anda demam teruk dan tak dapat mengambil peperiksaan. Ataupun tiba2 kertas peperiksaan anda dihilangkan oleh guru pemeriksa. Semua ini jarang berlaku tapi tak mustahil untuk berlaku. Lihatlah berapa ramai orang baik, yang mahu melakukan kebaikan tetapi ditindas dan dipergunakan oleh orang-orang yang lebih mengutamakan kepentingan diri.
Sebaliknya, jika kita lihat orang-orang yang menindas manusia, mereka pula yang mendapat kebaikan. Lihatlah para pemimpin-pemimpi negara, ataupun menteri-menteri, sebahagian dari mereka boleh dikatakan mengambil rasuah, ada yang melakukan ugutan, memandang rendah orang-orang miskin, membazir dan sebagainya. Walaupun dengan segala sikap buruk dalam diri mereka ini, mereka tetap mendapat kebaikan, harta, wanita, rumah yang besar, dan sebagainya.
maka, apakah beruntung untuk menjadi orang yang baik? beruntung ke kalau anda bantu orang lain? Apa yang anda dapat? dapat perkataan ‘thank you’ sahaja, adakah itu yang anda mahu?
Tambah teruk lagi, bila semua ini jadi tak bererti apabila anda mati nanti. Walaupun anda berhasrat agar anak-anak anda mewarisi harta dan kebaikan anda, tapi apa yang anda dapat? Segala usaha anda selama anda hidupjadi sia-sia. Penat-penat bekerja, akhirnya mati. penat-penat belajar, akhirnya mati. Macam buat perkara yang sia-sia dan menyusahkan sahaja.
Walaupun anda akan dikenang dan dipuja, apa gunanya kalau anda tak terima apa-apa pun dari pujaan dan kenangan orang-orang itu?
So, apa pndapat anda?
@Azim, terima kasih atas commentnya.
Saya ingin menolong dia, tapi seandainya kalau dia malah memanfaatkan saya bagaimana ?
Minggu depan akan ada exam, saya harus belajar dengan rajin supaya dapat mengerjakan exam dengan baik, tapi kalo setelah saya belajar ternyata pas hari exam saya sakit bagaimana ?
Memang apa yang anda katakan benar, benar sekali. Tetapi apa yang akan terjadi merupakan sesuatu yang kita tidak akan pernah tahu.
Bila saya memiliki cara berpikir seperti contoh yang anda uraikan diatas, kapan saya akan mulai berbuat baik? Kapan saya akan mulai belajar ? Saya akan takut untuk mencoba memulai sesuatu, karena saya selalu beranggapan bahwa hasilnya akan buruk bagi saya.
Kalau ternyata setelah saya berbuat baik dan mereka berbuat sebaliknya untuk saya, ya sudahlah, yang penting saya telah melakukan sesuatu yang berguna untuk mereka. Hal ini pasti akan ada balasannya dikemudian hari.
Kalau orang-orang yang melakukan hal-hal buruk tetapi mendapatkan banyak harta kemewahan (seperti koruptor) , saya juga yakin ini pasti akan ada balasannya di kemudian hari.
Saya orang yang percaya terhadap karma, apa yang anda tanam, itulah yang akan anda tuai dikemudian hari. Tetapi apa yang akan anda dapatkan dikemudian hari, masih merupakan sesuatu yang tidak pasti. Yang pasti adalah anda telah menanam suatu bibit yang baik.
Bagi saya, perkataan “Thank you” saja sudah cukup. B Tapi kalau ternyata mereka memberikan sesuatu yang lebih dari itu, saya akan sangat berterima kasih sekali. Itu semua juga tergantung balasan dari orang lain.
Thx